
Merekrut dan mewawancari kandidat karyawan adalah momen yang tepat untuk perusahaan dan calon karyawan mengenal satu sama lain. Menyiapkan skema rekrutmen merupakan tugas yang dijalankan oleh HRD, salah satunya adalah wawancara. Pertanyaan yang diberikan ketika wawancara juga beragam, mulai dari latar belakang, pendidikan, pengalaman kerja, dan lain sebagainya. Namun, masih banyak HRD yang menanyakan pertanyaan di luar topik dari pekerjaan yang dilamar.
Ciri-ciri pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan atau hasil kerja, seperti di bawah ini :
Kondisi Finansial
Kondisi finansial sebaiknya dihindari dari pertanyaan interview, sebab hal ini menjadi sensitif bagi sebagian orang dan dapat menyakiti perasaan kandidat. Karena tidak ada yang tahu bagaimana kondisi finansial, dan apa yang sedang dihadapi oleh kandidat. Pertanyaan seperti ini dapat membuat kandidat menjadi tidak tertarik dengan perusahaan.
Unsur Sara
Isu sensitif seperti Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan merupakan sesuatu yang harus dihindari ketika melakukan interview. Karena pertanyaan ini bersifat deskriminasi dan tidak ada kaitannya sama sekali terhadap performa kerja. Menjadi profesional tidak oleh SARA yang melekat pada kandidat, toleransi seharusnya lebih diutamakan oleh perusahaan untuk menjaga multikulturisme yang ada.
Status Hubungan
Ketika wawancara sebaiknya tidak menanyakan soal status hubungan, meskipun beberapa perusahaan menerapkan kualifikasi “Tidak boleh menikah hingga menjalani ikatan dinas selama 2 tahun”, contohnya. Tetapi tetap saja, hal ini tidak boleh ditanyakan pada saat interview, dan tidak menentukan profesionalitas seseorang ketika bekerja.
Pertanyaan ini juga bersifat diskriminasi di lingkungan kerja, karena dapat berasumsi bahwa seseorang yang telah memiliki status menikah tidak dapat bekerja maksimal karena waktu dan tenaganya terbagi. Di balik itu, banyak pasangan dengan status telah menikah yang sukses di dunia kerja.
Penampilan Fisik
Sebuah ejekan kerap diklaim sebagai suatu candaan oleh banyak orang, dan ini seringnya mengarah ke fisik. Masalah fisik tidak boleh dibicarakan saat interview, kecuali jika pekerjaan tersebut mengharuskan kandidat memiliki tinggi atau berat badan tertentu, sebagai model atau pramugari. Tentunya, pertanyaan yang diajukan tidak boleh terkesan menghina.
Pandangan Politik
Pandangan politik juga tidak boleh ditanyakan saat wawancara kerja, karena ini adalah bentuk pilihan pribadi yang memiliki alasan masing-masing, dan tidak boleh diintervensi. Hal ini juga dapat memicu perpecahan dalam kelompok ketika karyawan tersebut sudah bergabung di perusahaan, dan ini juga tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Orientasi Seksual
Ketika hal-hal yang berhubungan dengan orientasi seksual dibahas, maka itu merupakan sebuah bentuk pelecehan verbal. Orientasi seksual tidak mempengaruhi kinerjanya saat bekerja, pertanyaan ini kurang etis, dan sebaiknya dilarang dari daftar pertanyaan. Pertanyaan yang bersifat pribadi seperti orientasi seksual sebaiknya tidak boleh ditanyakan ketika wawancara.
Selain isu-isu sensititf yang telah disebutkan di atas, saat interview sebaiknya juga hindari pertanyaan seperti ini :
Menanyakan Rencana ke Depan
Ketika pertanyaan dilengkapi dengan jawaban yang begitu menggoda, maka HRD akan merasa terpukau. Contoh dari pertanyaan yang terkait rencana kerja kandidat ini adalah “Apa yang akan Anda lakukan dalam 5 bulan pertama jika Anda diterima di perusahaan ini?” dan pertanyaan sejenis lainnya.
Pertanyaan ini memberikan jawaban yang dapat menghalangi jawaban dari pertanyaan lain yang justru lebih penting. Apabila karyawan tersebut diterima, kemungkinan dalam dua sampai tiga bulan kemudian perusahaan merasa karyawan ini hanya pandai membuat rencana, tetapi minim eksekusi. Hanya sedikit sekali rencana awal yang dipresentasikan di saat interview dapat terealisasikan
Pertanyaan yang kurang pas akan memberikan jawaban yang memukau, dan berdampak pada pengambilan keputusan yang keliru. Maka sebaiknya tanyakan mengenai perilaku yang pernah dilakukan di masa lalu (misalnya berkaitan dengan problem solving) “Apakah Anda pernah memecahkan suatu masalah terkait pekerjaan atau proyek di perusahaan/organisasi?”, “Kapan kejadiannya? Saat menangani apa?”, “Bagaimana cerita detailnya?”, “Apa yang anda lakukan pada saat itu?”, “Bagaimana hasilnya?”, dan lain sebagainya. Dengan cara melihat perilaku masa lalu, kita dapat memprediksi perilaku calon karyawan di masa yang akan datang.
Menyusun pertanyaan yang sesuai gambaran pekerjaan tentu saja penting untuk dilakukan. Ketika kita mencari seorang sales misalnya, jangan tanyakan “Mau jualan ke mana?” atau “Bagaimana ide Anda untuk berjualan?”. Sebaiknya, tanyakan “Apa yang pernah dilakukan untuk mendongkrak omset?”, “Berapa persen kenaikannya?”, dan lain-lain!. Kita juga harus mengetahui kriteria orang yang ingin dicari. Misalnya, kita ingin mencari orang yang memiliki problem solving yang baik, maka susunlah pertanyaan yang berkaitan dengan hal tersebut!
Referensi
Prahsia, A. L. (2022, April 21). Jangan Tanyakan Pertanyaan Tidak Sopan Ini Saat Proses Interview. Retrieved from Match Recruitment: https://match-recruitment.co.id/resources/interview-101/jangan-tanyakan-pertanyaan-tidak-sopan-ini-saat-proses-interview/
Santosa, A. (2019). Sembilan Jalan Meningkatkan Kinerja Karyawan. Sleman: PT. Kanisius.

Seorang calon pegawai negeri di Disnakertrans Kota Serang dengan jabatan Pengantar Kerja Ahli Pertama, memiliki pengalaman sebagai praktisi HR yang dilengkapi dengan sertifikat keahlian HR.

